Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

2 Kelemahan dari Routing Berlapis Yang Harus Anda Tahu

Routing berlapis merupakan teknis untuk berkomunikasi secara anonim dalam sebuah jaringan komputer. Dalam jaringan berlapus, pesan dibungkus dalam lapisan-lapisan enkripsi seperti lapisan-lapisan yang kita temukan pada sebuah bawang. Data yang dienkripsi ditransmisikan melalui serangkaian node jaringan yang bernama router berlapis yang akan mengupas setiap lapisan dan menampilkan data tujuan berikutnya. Ketika lapisan terakhir di dekrip, pesan sampai pada tujuannya. Pengirim tetap anonim karena setiap pengantar hanya mengetahui lokasi selanjutnya dan node berikut. Walaupun routing berlapis memberikan tingkat keamanan dan anonimitas tingkat tinggi, ada beberapa metode untuk menguak anonimitas teknik ini seperti analisa waktu.

Analisa Waktu

Salah satu alasan koneksi internet tidak disebut anonim adalah kemampuan provider layanan internet untuk melacak dan mencatat koneksi antar komputer. Contohnya ketika seseorang mengakses sebuah website, data yang diakses akan diamankan melalui koneksi seperti HTTPS yang menyembunyikan password pengguna, email atau konten lain yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Tetapi ada sebuah catatan mengenai koneksi itu sendiri, kapan waktu kemunculannya dan jumlah data yang ditransfer. Routing berlapis membuat dan mengaburkan jalan antara kedua komputer tersebut seperti tidak ada orang yang melihat koneksi tersebut langsung dari pengguna ke website. Akan tetapi catatan mengenai koneksi dari kedua komputer tetap ada. Analisa traffik mencari catatan koneksi antara komputer asal dan mencoba untuk menyamakan waktu dan transfer data pada koneksi yang dibuat oleh penerima. Jika seorang penyerang telah menyadap kedua ujung rute, pengirim dapat terlihat telah melakukan perpindahan sejumlah data pada komputer yang tidak dikenal dalam beberapa detik sebelum komputer lain yang tak dikenal mentransfer data dengan jumlah yang persis sama ke alamat yang dituju. Faktor-faktor yang bisa memfasilitasi analisa trafik termasuk node gagal atau jaringan gagal dan node penyadap tetap melacak sesi ketika muncul ketika rati dibangun ulang secara periodik.

Routing bawang putih merupakan varian dari routing berlapis yang terkait dengan jaring I2P yang meng-enkripsi banyak pesan secara bersamaan, yang keduanya meningkatkan kecepatan transfer data dan membuat penyerang semakin sulit untuk melakukan analisa traffik.

Kerentanan node keluar

Walaupun pesan yang dikirim di transmisi dalam beberapa lapisan enkripsi, kerja node keluar sebagai node terakhir dalam rangkaian, adalah untuk meng-dekrip lapisan terakhir dan mengantarkan pesan pada penerima. Node keluar yang disadap dengan demikian akan mendapatkan data mentah yang ditransmisikan seperti password, pesan pribadi, nomor rekening bank dan bentuk informasi pribadi lainnya. Dan Egerstad, peneliti asa Swedia, menggunakan serangan seperti ini untuk mengumpulkan password dari 100 lebih akun email yang terkait dengan kedutaan luar negeri.

Kerentanan node keluar mirip pada jaringan tanpa kabel yang tidak aman, dimana data di tranmisi oleh pengguna pada jaringan dapat dicegat oleh pengguna lain atau operator router. Kedua kelemahan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan koneksi enkripsi end-to-end seperti SSL atau HTTP aman (S-HTTP). Jika terdapat enkripsi end-to-end antara pengirim dan penerima, dan pengirim tidak terpancing pada mempercayai sertifikat SSL salah yang ditawarkan oleh node keluar maka tidak hanya perantara terakhir yang dapat melihat pesan asli.

Diterjemahkan dari artikel Onion Routing Wikipedia

Post a comment for "2 Kelemahan dari Routing Berlapis Yang Harus Anda Tahu"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi

Berlangganan via Email