Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Video: Negara Ekuador Kewalahan Hadapi Corona

video ekuador kewalahan hadapi tingkat kematian akibat korona
Ibu dan anak saling menguatkan. Foto: Video BBC News Indonesia

Diawal video anda akan diberikan sebuah peringatan karena apa yang akan Anda lihat dapat membuat Anda tidak nyaman. Dan itulah yang terjadi. Pada menit awal terlihat beberapa orang sedang membawa sebuah mayat menuju ke suatu tempat. Entah karena ketakutan atau kelelahan menggotong mayat yang kemungkinan besar terinfeksi dengan virus Covid-19, salah satu penggotong mayat melepas pegangannya hingga yang penggotong lain pun reflek melepas pegangan mereka lalu pergi meninggalkan mayat yang dibawa tadi.

Hal ini membuat orang yang merekam kegiatan tadi langsung kaget dan berteriak meminta agar mayat yang ketinggalan tadi agar kembali diangkut.

Wajar saja karena virus SARS-nCov 2 tersebut dikenal sebagai sebuah virus yang amat gampang pindah dari orang ke orang. Bahkan dilihat dari tayangan awal video terlihat bagaimana prosedur pemakaman dari terduga/pasien positif Covid-19 tidak sesuai. Yang paling terlihat adalah bagaimana para penggotong mayat tidak memakai pakaian hazmat. Mereka hanya menggunakan pakaian biasa. Yang kedua mayat tidak dibungkus sebagaimana prosedur penanggulangan yang biasa kita lihat di televisi Indonesia, yaitu dibungkus oleh plastik berlapis-lapis dan ditutup dengan peti mati. Bahkan untuk pasien meninggal yang beragama Islam sekalipun.

Cara pemakaman penderita covid menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia
Cara pemakaman penderita covid menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia

Pada scene berikutnya kita akan mendapatkan kenyataan mengerikan, bagaimana kota terbesar di negara Guayaquil kewalahan dalam menghadapi pandemi virus yang berasal dari Wuhan, Chin. Kamar Mayat dan tempat pemakaman sudah kewalahan dalam menerima korban meninggal dan menguburkan mayat meskipun kini sudah dibantu oleh Pemerintah. Bahkan peti mati pun menjadi barang langka yang harganya selangit sehingga beberapa keluarga terpaksa menggunakan karton untuk membungkus mayat. Jika tidak mendapatkan bantuan untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal, mayat akan berada di rumah atau dijalan berhari-hari hingga mengeluarkan aroma yang tidak menyenangkan.

Fakta mengerikan yang terjadi di kota yang menjadi episentrum pandemi di Ekuador tersebut meninggalkan sebuah pelajaran bagi pemerintah di kota manapun. Warga menjadi kehilangan kepercayaan kepada pemimpin mereka karena data yang tidak valid dan juga aksi yang cukup terlambat dalam mengantisipasi pandemi yang mendunia ini. Juan Carlos Zevallos, Menteri Kesehatan Ekuador menyatakan jika angka kematian di kota tersebut meningkat drastis dari sebelum 30 jiwa menjadi 150 jiwa per hari. Seorang warga menyiratkan jika angka kematian mungkin lebih dari itu jika dilihat dari banyaknya jenazah suspek covid yang belum dimakamkan.

Post a comment for "Video: Negara Ekuador Kewalahan Hadapi Corona"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi

Berlangganan via Email