Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Andy Cole: Saya Tetap Berjuang Semampu Saya

Kisah Mantan penyerang Manchester United hidup saat karantina wilayah, bagaimana banyak pasien transplantasi "membenci diri sendiri" dan nilai setiap dukungan.

Andy Cole 48 tahun

Andy Cole hilang dari layar laptop saya dan bahkan di dunia virtual kita yang aneh, saya dapat melihat bagaimana kerutan kesakitan di wajahnya. Suara khasnya bergema dalam ruangan ketika ia menjelaskan bagaimana perasaannya dalam beberapa minggu belakangan dalam isolasi mandiri dan berurusan dengan masalah yang berlanjut setelah transplantasi ginjal tahun 2017 lalu.

"Ada waktu-waktu dimana saya rasanya ingin menyerah. Titik. Tidak hanya pada hidup tetapi pada segala hal", Kata Cole. "Hidup menjadi sangat sulit. Saya kesulitan Rabu lalu. Sakitnya muncul tiba-tiba dan saya harus istirahat di tempat tidur. Saya mengaku kalah dan menerima bahwa hari ini bukanlah hari saya. Sebelumnya saya akan berjuang. Tetapi, pada akhirnya saya tahu saya tidak bisa melawan rasa sakit ini."

Mantan penyerang Manchester United dan Newcastle United saat berusia 48 tahun dan bekerja sebagai assisten pelatih Southend United. Delapan belas bulan yang lalu saya mewawancarai Cole dan ia menceritakan kondisi psikologi dan fisikal akibat transplantasi ginjal yang telah dilakukannya dalam detail yang panas. Pertempurannya saat ini ditambah dengan Covid-19 yang berujung karantina. Cole sedang diuji hingga batas kemampuannya.

"5 tahun belakangan merupakan badai buruk. Saat saya bertemu Anda di Oktober 2018 badai paling besar baru saja dimulai"

Rasa sakitnya jadi lebih buruk? "Tentu saja" jawabnya pelan. "Tentu saja."

Ia terlihat sedih dan, dalam kondisi normal, saya mungkin akan menggapai dan menepuk tangannya. Sebuah gerakan kecil untuk memberikan sedikit dukungan. Tetapi yang saya bisa lakukan menyampaikan saya turut berduka.

Cole menatap dengan senyum. "Saya masih disini. Itu yang paling penting. Tetapi orang tidak mengerti apa yang telah kamu lalui dengan penyakit ini. Mereka melihat pasien transplantasi dan berkata: 'Kamu baik-baik saja. Kamu terlihat sehat.' Diluar bisa jadi benar. Tetapi, didalam, banyak hal yang terjadi. Kamu berhadapan dengan pengobatan dan mood. Saya sangat beruntung saya tidak pernah marah karenanya.

"Kesehatan mental anda yang terpenting karena sangat sulit untuk berhadapan dengan penyakit yang di satu hari kamu merasa sangat sehat dan di lain hari kamu merasa tidak bisa beraktifitas. Itu yang saya rasakan Rabu lalu. Saya bertanya pada diri sendiri: 'Apa yang kamu lakukan Selasa lalu hingga hari ini kamu merasakan hal ini? Tidak ada. Hari Rabu datang dan Saya merasa tidak bisa melakukan apapun. Tidak bisa bangun dari tempat tidur. Hari kamis, saya baik-baik saja. Saya harus menerima bahwa sesekali tubuh saya hendak berkata: 'Hari ini saya bukan milik Anda.' Jadi Anda harus harus istirahat dan sembuh lalu datang kembali esok hari."

Cole tetap ingin berbagi harapan. Kamis lalu ia meluncurkan Andy Cole Fund bekerjasama dengan Kidney Research UK. Tujuannya adalah mengumpulkan dana untuk mengembangkan penelitian agar meningkatkan transplantasi ginjal dan kondisi pasien. 3 juta orang di Inggris Raya mengidap penyakit ginjal dan 36% dari daftar tunggu donor ginjal berasal dari latar BAME.

"Kidney Research menemui saya," kata Cole. "Saya mendapat kesempatan untuk datang ke Bristol dimana lab mereka berada dan Saya merasa kagum dengan apapun yang mereka coba tingkatkan. Saya duduk di ruangan dengan 10 orang dan pemimpinnya berbicara tentang proses mereka untuk memecahkan masalah dan mengumpulkan data. Yang paling membuat saya tertarik ketika ia berkata ada banyak orang membenci tubuh mereka setelah transplantasi. Pemikirannya adalah 'Saya tidak dapat melihat diri saya sendiri. Saya membenci diri sendiri.' Itu proses yang saya lalui. Saya melihat luka melintang di dada dan perut dan berpikir ini menjijikkan. Lalu, Anda mendengar banyak orang yang mengalami hal yang sama. Jadi Saya ingin membantu orang-orang tersebut."

Saat ini, bagaimana pun juga, masalah transplantasi Cole telah diperparah dengan kondisi karantina. "Sungguh berat, hari demi hari, ini semakin berat. Sekali kamu mendapatkan penyakit ini kamu ingin keluar, berlatih dan berada diantara banyak orang. Ketika Anda dikurung di ruangan kecil dan Anda harus berada didalam dan Anda tidak bisa bersosialisasi, ini sangat berat. Saya hidup sendiri dalam dua tahun terakhir. Saya biasanya menemui seseorang untuk berbicara. Ini membuat saya keluar rumah. Betul, kita bisa membuat panggilan zoom sebanyak mungkin tetapi rasanya tidak sama ketika anda keluar, berbicara dengan orang lain, dan tertawa."

Cole mengatakan bahwa keluarga dan teman-temannya datang menemui dirinya yang tinggal di London utara. "Secara mental, membosankan. Bangun di pagi hari, Anda bertanya pada diri sendiri: 'Baik, apa yang akan kita lakukan hari ini?' Anda akhirnya melakukan hal yang sama dan hanya memiliki sedikit waktu saat membersihkan. Sedikit OCD tetapi, akhirnya tidak ada hal lain yang saya lakukan. Saya selalu mengatakan hal ini ke teman: 'Saya parah. Saya parah.' Secara mental ini sudah susah. Tetapi saya terharu dengan banyak teman yang menyayangi saya dan mendukung saya hingga hari ini. Apa yang mereka lakukan pada saya selama enam minggu belakangan dan 5 tahun sebelumnya sangat menakjubkan. Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga saya."

Cole masih hidup terpisah dari istrinya, Shirley. Pada wawancara kami di tahun 2018 ia meminta maaf. "Saya membuat banyak orang kecewa dengan tidak membicarakan apa yang saya alami. Saya hanya ingin berpikir bahwa masalah ini akan selesai dengan sendirinya. Yang terjadi malah sebaliknya."

Isolasi yang dialami Cole telah membuat ia memahami bagaimana ia membutuhkan dukungan teman-temannya: "Beberapa teman datang beberapa hari yang lalu dan Saya berbicara dengan mereka diluar dalam jarak aman. Mereka datang dari London Selatan dan Saya tidak dapat mengajak mereka mampir. Ini yang kita alami saat ini."

Akibatnya kata Cole: "Pikiran saya tidak berhenti berangan. Saya tidak bisa tidur. Jadi akan terasa sangat capek. Saya khawatir menjalani transplantasi lain. Ginjal baru saya dapat berhenti bekerja besok jadi saya bertanya padanya setiap waktu: 'Dapatkah kamu lmelakukannya lagi?' Satu hari jawabannya 'Baiklah' dan lain hari saya tidak yakin."

Cole memberikan wawasan lain pada masalah kesehatannya ketika ia mengatakan: "Akhir tahun saya mendapatkan enam infeksi dada. Di Boxing Day saya dilarikan ke rumah sakit. Saya tidak merasa sehat setelah saya kembali dari pertandingan Man U - Newcastle. Saya merasa sangat demam. Teman saya mengajak saya menemui dokter. Saya akhirnya pergi ke rumah sakit dengan ambulan. Mereka melakukan beberapa test pada saya, mengatakan saya mendapat kanker hati. Itu kabar buruk."

Andy Cole melatih pemain Southend United

Beruntung ia terbukti bebas dari kanker tetapi Cole mengaku ia harus mengatasi sikap diam dan mengakui kerentanannya. Ia mengangguk ketika saya berkata ia berbicara dengan sangat jujur hari ini. "Jadi sangat mudah. Saya terbiasa berbicara mengenai kondisi ini dengan teman-teman saya. Jika Anda berpikir untuk menyerah maka Anda akan dituntun pada kerusakan. Tetapi Saya selalu ingin melakukan segalanya sendiri. Dan saat saya tidak bisa melakukannya, saya menderita. Saya bukanlah seseorang yang mudah meminta pertolongan. Saya seperti menjadi beban orang lain - meskipun orang selalu berkata: 'Jangan pernah berpikir seperti itu.' meminta bantuan orang masih aneh bagi saya.

"Saya tahu saya tidak bisa melakukan semua sendiri, bahkan jika suatu hari, seperti Rabu kemarin, Saya berkata pada diri saya, 'Kamu sendiri. Lewati hari ini dan mulai hari baru besok.'"

Apakah Cole juga mengakui perkembangan yang ia rasakan semenjak sakit lima tahun yang lalu? "Saya bertanya pada diri sendiri: 'Bagaimana kau melakukannya? Dari menderita penyakit hingga mendapatkan transplantasi sampai pada situasimu saat ini.' Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Beberapa hari sangat kabur. Tetapi sahabat-sahabat saya berkata peningkatan yang saya buat dalam 18 bulan sangat menakjubkan. Mereka angkat topi untuk saya. Kata mereka: 'Kamu lebih kuat dibandingkan apa yang kamu pikir.'"

Semangat Cole untuk membantu pengumpulan dana penelitian ginjal menjadi sangat besar setelah perjalanan ke World Transplant Games tahun lalu di Newcastle. Ia menangis sementara berbicara pada pasien yang mengalami trauma yang sama. Beberapa bahkan bermain sepak bola lagi. Dapatkah Cole membayangkan hal yang sama suatu hari nanti - bahkan jika pemain ketiga yang mencetak gol tertinggi di sejarah Premier League dapat menerima penurunan standar bermain diantara sesama pasien transplantasi?

"Suatu hari saya menjawab 'saya akan mencoba' dan dilain hari saya tidak yakin. Tetapi jika datang waktunya dan saya mendapat kesempatan, Saya rasa saya akan melakukannya."

Cole terlihat lebih cerah dan ia tersenyum kembali ketika saya bertanya apakah ia memiliki simpati pada Liverpool karena mereka sangat nyaris memenangkan juara liga yang telah dinanti selama 30 tahun - hanya saja musim ini terganggu karena karantina? "Saya tidak bisa bias. Jika Manchester United di situasi saat ini saya akan sangat kecewa. Liverpool punya hak untuk kecewa. Mereka pantas juara."

Sepak bola seperti tidak signifikan ketika mengetahui permasalah yang dihadapi Cole. "Ini seperti rollercoaster", aku Cole. "Tetapi Saya tetap berjuang semampu saya. Anda harus mencoba dan merasa optimis untuk masa depan. Saya harus menghadapi kenyataan tetapi mencoba tetap positif semampu saya. Tetapi ketika saya sendirian, saya memiliki waktu untuk berpikir. Saya tahu bahwa ini merupakan tantangan terberat saya."

Wawancara guardian, donald mc rae dengan Andy Cole, 29 April 2020.

Post a comment for "Andy Cole: Saya Tetap Berjuang Semampu Saya"